Program yang bertajuk edukasi gratis ini dirancang untuk menjembatani antara kearifan lokal dengan standar sanitasi modern. Langkah ini diambil oleh komunitas di SMPN 1 Pailangga sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap pelestarian tradisi yang sehat di lingkungan sekitar. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar matematika atau sains, tetapi juga sebagai pusat literasi budaya yang mampu memberikan solusi praktis atas pertanyaan-pertanyaan keseharian warga. Dengan memberikan bimbingan tanpa pungutan biaya, sekolah membantu masyarakat untuk menjalankan tradisi mereka dengan cara yang lebih bermartabat dan terukur.
Materi utama dalam kegiatan ini adalah mengenai tata cara pemulasaraan ari-ari yang mencakup aspek kebersihan, pemilihan wadah, hingga lokasi penanaman yang tepat. Banyak warga yang masih menggunakan cara-cara lama yang mungkin kurang memperhatikan faktor kebersihan tanah atau kedalaman lubang, yang jika salah dilakukan bisa mengundang binatang liar atau menimbulkan aroma tidak sedap. Dalam edukasi ini, para ahli budaya lokal dan tenaga kesehatan diundang untuk menjelaskan bahwa menjaga kebersihan ari-ari adalah bentuk penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri, sekaligus menjaga keasrian lingkungan rumah tangga.
Kegiatan yang ditujukan khusus bagi warga di sekitar wilayah sekolah ini melibatkan peran aktif para siswa dalam menyebarkan informasi. Siswa diajarkan untuk memahami nilai-nilai filosofis di balik tradisi ini, seperti filosofi “saudara kembar” yang melekat pada ari-ari dalam kepercayaan nusantara. Pendidikan karakter yang ditanamkan adalah tentang rasa syukur dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup sejak manusia lahir ke dunia. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan pengetahuan tradisional yang telah disesuaikan dengan standar kesehatan ini tidak akan hilang ditelan zaman dan tetap relevan bagi masyarakat modern.
Di wilayah Pailangga, inisiatif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para tokoh adat dan tenaga medis setempat. Sinergi antara dunia pendidikan dan tradisi lokal menciptakan keharmonisan sosial yang kuat. Warga merasa lebih percaya diri dalam menjalankan prosesi pasca-kelahiran karena didasari oleh pengetahuan yang valid. Selain itu, edukasi ini juga menyelipkan pesan-pesan mengenai pentingnya nutrisi bagi ibu setelah melahirkan dan perawatan bayi baru lahir, sehingga cakupan manfaat dari program ini menjadi lebih luas bagi kesehatan keluarga secara keseluruhan.
